Ilustrasi editorial: Istilah skor sepak bola Indonesia dari agregat sampai adu penalti
Ilustrasi orisinal Live Skor Indonesia, 2026.
Batas informasi: materi ini bersifat edukasi umum. Sesuaikan tindakan dengan kondisi pribadi dan gunakan tenaga kompeten ketika ada risiko kesehatan, keselamatan, hukum, atau keuangan.

Skor babak dan skor akhir

HT adalah hasil saat jeda dan FT hasil setelah waktu normal selesai. Angka di samping nama tim menunjukkan gol yang diakui. Gol pada injury time tetap masuk waktu normal. Catatan pencetak gol dapat berubah setelah panel kompetisi menilai gol bunuh diri, tetapi skor tim biasanya tidak berubah.

Agregat dua leg

Kompetisi tertentu memakai dua pertandingan kandang-tandang dan menjumlahkan skor sebagai agregat. Tim dapat kalah pada leg kedua tetapi tetap lolos karena unggul total. Aturan gol tandang pernah luas dipakai, namun banyak kompetisi sudah menghapusnya. Karena itu pembaca wajib memeriksa regulasi musim yang sedang berlangsung.

Perpanjangan dan penalti

ET atau AET menandai hasil setelah perpanjangan waktu. Adu penalti dicatat terpisah dan menentukan tim yang lolos, bukan menambah skor pertandingan untuk semua statistik. Tampilan seperti 1-1 (5-4 pen.) berarti laga seri satu-satu lalu dimenangkan lewat adu penalti. Pemisahan ini penting ketika membaca rekor gol dan klasemen.

Klasemen dan selisih gol

Poin klasemen umumnya memberi tiga untuk menang, satu untuk seri, dan nol untuk kalah, tetapi turnamen khusus dapat berbeda. GD berarti selisih gol dan GF jumlah gol memasukkan. Jika poin sama, urutan pemecah seri bisa memakai selisih gol, pertemuan langsung, disiplin, atau kriteria lain. Jangan menyimpulkan posisi tanpa membaca regulasi kompetisi.

Artikel terkait

Tentang penulis: Ayu Maharani adalah persona editorial transparan untuk meja editor sepak bola; bukan identitas atau kredensial orang nyata.